Asal Usul Bibit Mangga Alpukat Pasuruan

Asal Usul Bibit Mangga Alpukat Pasuruan

Bibit Mangga Alpukat – Di Indonesia mangga termasuk buah favorit. Hal ini terbukti dari berbagai jenis mangga yang ditanam di perkebunan di berbagai penjuru nusantara. Ada beberapa jenis mangga yang cukup familiar seperti Mangga Gadung, Mangga Manalagi, Mangga Arum Manis, dan Mangga Klonal 21 atau populer disebut Mangga Alpukat.

Khusus Mangga Klonal 21, meskipun jenis mangga ini pernah sulit didapat namun saat ini cukup banyak orang yang menjual bibit Mangga Alpukat ditempat asalnya Kabupaten Pasuruan, terutama di Kecamatan Rembang. Bahkan di tempat lain disekitar Pasuruan, bibit mangga yang identik dengan ukurannya yang besar cukup mudah didapat.

Harga Mangga Alpukat sendiri cukup mahal, demikian juga bibitnya. Jika jenis mangga lain harganya Rp 10 ribu per-kilogram, maka Mangga Alpukat bisa mencapai Rp 35 ribu atau tiga kali lipatnya.

Mulai Berbuah Usia 5-6 Tahun

Sedikit informasi, pasca ditanam, bibit Mangga Alpukat baru bisa berbuah setelah usia 5-6 tahun. Masa panen berkisar 3-4 bulan (biasanya Agustus hingga November). Untuk setiap pohonnya rata-rata mampu menghasilkan lebih dari 70 kg mangga.

Karena sudah menjelma menjadi agro tourism, kita bisa berkunjung ke perkebunan mangga di Kecamatan Rembang Pasuruan. Disini tak kurang dari 4000 pohon siap menanjakan kita memetik mangga masak pohon. Terdapat sekitar 100-120 pohon mangga berjajar untuk setiap hektar perkebunan.

Mangga Alpukat atau Klonal 21 ini memang istimewa. Selain cara menyantapnya lebih mudah, buah ini memiliki aroma harum yang khas dan rasanya lebih manis, disamping bentuk buahnya yang lebih besar dari jenis mangga lainnya. Wajar saja karena Mangga Alpukat merupakan varietas dengan ras yang lebih unggul. Matangnya alami dan tidak mudah busuk.

Disebut Mangga Alpukat karena cara mengonsumsinya sangat mudah. Cukup dibelah melintang dan dibuang bijinya, buah ini bisa langsung dimakan menggunakan sendok. Sama persis seperti ketika kita makan alpukat.

Dikembangkan Sejak tahun 1994

Mangga Alpukat Pasuruan awal mulanya dikembangkan dalam sebuah program Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu tahun 1994 silam. Saat ini terdapat ribuan hektar perkebunan mangga di Kabupaten Pasuruan. Bahkan terdapat lebih dari 337.000 lebih pohon telah didukung pusat pemasaran lokal dengan konsumen skala nasional.

Bagi yang masih awam mungkin tidak bisa membedakan antara Mangga Klonal 21 dengan Mangga Arum Manis 143, meski pada morfologinya keduanya memiliki kemiripan. Namun jika diamati lebih detail ada perbedaan yang cukup mencolok. Mangga Alpukat memiliki ukuran lebih besar. Bentuk Mangga Arum Manis 143 juga lebih bulat.

Dari kandungannya, Mangga Alpukat diklaim memiliki 10,27% saripati. Bandingkan dengan Arum Manis 143 yang hanya memiliki 6,83%. Dari perbandingan tersebut jelas Mangga Alpukat unggul dalam hal citarasa. Karena alasan itulah mengapa selain buahnya bibit Mangga Alpukat juga banyak diburu.

Lantas dimana kita bisa beli Mangga Alpukat jika lokasi Anda jauh dari Kota Pasuruan? Tenang saja karena supplier Mangga Alpukat Ecoplata menerima pembelian secara online. Di Ecoplata tersedia Mangga Klonal 21 masak pohon sehingga dijamin rasanya lebih manis. Karena benar-benar matang di pohon maka mangga yang kami jual lebih awet dan tidak mudah busuk. Kami menerapkan standar kesehatan yang tinggi bagi konsumen jadi dipastikan proses pematangan tidak menggunakan karbit atau bahan-bahan kimia lainnya.

Selain harga yang lebih murah kami juga melayani pengiriman Mangga Alpukat secara cepat ke alamat Anda. Buktikan dengan call kami disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *