Definisi Mangga Alpukat (Mangga Klonal 21), Mangga Nikmat Tanpa Serat

Definisi Mangga Alpukat (Mangga Klonal 21), Mangga Nikmat Tanpa Serat

Definisi Mangga Alpukat – Perkebunan Mangga Alpukat di Pasuruan saat ini sudah menjadi destinasi wisata bagi pengunjung dari luar kota. Keistimewaan buah ini memang mengundang penasaran banyak kalangan, terutama konsumen pecinta buah mangga dari berbagai kota.

Dibanding jenis mangga lainnya, Mangga Alpukat memang memiliki banyak keunggulan. Salah satunya terletak pada tingkat kematangannya. Buah yang memiliki nama asli Mangga Klonal 21 ini benar-benar matang di pohon sehingga seratnya sangat halus.

Selain itu, mangga ini mudah dinikmati hanya dengan membelahnya seperti alpukat kemudian dimakan menggunakan sendok. Meskipun biji dalamnya bisa terpisah setelah terbelah, namun tekstur daging buahnya tidak akan hancur. Aromanya juga sangat harum karena proses pematangannya tidak menggunakan karbit atau bahan kimia lainnya.

Buah Kualitas Ekspor

Saat ini pemasaran Mangga Alpukat Pasuruan sudah mencapai pasar luar negeri. Namun untuk proses ekspornya hanya bisa dilakukan oleh pengepul di Surabaya. Untuk satu petani rata-rata bisa memasok mangga hingga 500 kg per-hari.

Disamping memasarkan ke luar kota, petani biasanya juga melayani pembeli yang datang ke rumah. Untuk penjualan di rumah, satu petani bisa menghabiskan 100 kg per-hari. Jika beli di rumah tentu saja harga Mangga Alpukat jauh lebih murah.

Untuk kualitas C atau paling rendah harganya Rp 10 ribu, kualitas medium (Grade B) Rp 15 ribu, dan kualitas super (Grade A) RP 20 ribu. Berbeda jika sudah masuk pasar tradisional atau mall harganya bisa mencapai Rp 35 ribu per-kilogram untuk kualitas super. Bagi yang sudah hafal definisi Mangga Alpukat tentu paham nama mangga kualitas A, B, atau C.

Wisata Petik Mangga Matang Pohon

Hampir semua petani di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan memiliki kebun mangga. Untuk meningkatkan penjualan produk, mereka menyulap perkebunan mereka menjadi tempat wisata petik mangga masak pohon.

Pengunjung yang sebelumnya hanya bisa melihat penampakannya di media sosial, kini bisa menyaksikan sendiri ratusan hektar kebun mangga yang siap panen. Umumnya panen Mangga Alpukat mulai bulan Agustus sampai November. Tentu saja pengunjung bisa memetik sendiri buah yang mereka suka dan menikmati secara langsung dari pohonnya.

Aroma dan rasa mangga yang berbeda membuat banyak orang beramai-ramai datang langsung ke Pasuruan. Mereka bisa makan Mangga Alpukat sepuasnya tanpa harus membayar. Baru jika ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh mereka harus membeli.

Fanatisme konsumen terhadap salah satu jenis buah kadang membawa berkah bagi pemilik perkebunan buah tersebut. Demikian juga dengan petani Mangga Alpukat Rembang Pasuruan, penghasilan mereka semakin meningkat seiring terus bertambahnya permintaan pasar.

Lalu apakah Mangga Alpukat bisa dibeli secara online?

Pemasaran Mangga Alpukat ke luar negeri memang masih bertumpu pada tengkulak atau pengepul. Namun begitu hadirnya media sosial yang dapat diakses dengan mudah memungkinkan bagi seseorang atau agen untuk menjual buah ini secara online. Salah satunya Ecoplata.

Ecoplata adalah agen penjualan Mangga Klonal 21 atau Mangga Alpukat yang melayani pengiriman ke seluruh kota di Indonesia. Jaminan kualitas menjadi prioritas sehingga kami hanya menjual Mangga Alpukat yang benar-benar matang dipohon. Lebih manis, lebih harum, dan tentunya lebih awet meskipun tanpa bahan pengawet.

Ecoplata paling mengerti definisi Mangga Alpukat, mulai dari perawatan, usia, hingga kapan waktunya panen. Karena itu kami sangat memahami Mangga Alpukat mulai dari kualitas rendah, medium, hingga kualitas super. Pesan sekarang juga disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *